Rabu, 09 Oktober 2013

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi


BAB 1

PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
      Sejarah Segmentasi, Wendel Smith (1956), mengemukakan pemikiran-pemikirannya dalam Journal of Marketing, bahwa, Konsumen pada dasarnya berbeda-beda”, karena berbeda maka dibutuhkan program pemasaran yang berbeda pula. Menurut winter(1977), average consumer sudah harus dihapus dalam Manajemen Pemasaran. 1960-1990, Segmentasi sempat tenggelam, karena Dunia menggunakan konsep Mass Production (satu jenis produk untuk seluruh pasar), yang bertujuan untuk mencapai Skala Ekonomis (Biaya produksi/unit rendah). Seperti mobil Ford tahun 1950, menggunakan konsep pemasarannya dengan komunikasi Massal. Iklan yang dirancang sama untuk seluruh dunia.

Secara umum segmentasi, berarti “mengelompokan”. Proses mengidentifikasi, menggambarkan, dan mengelompokan pasar sasaran berdasarkan kesamaan-kesaman. Semacam anjuran agar memilih bagian tertentu saja dari suatu pasar yang luas, agar dapat memberikan pelayanan yang optimal.

Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah.


1.2  Rumusan Masalah
1.2.1 Apa hubungannya kepuasan konsumen dengan segmentasi pasar ?
1.2.2 Apa kaitannya segmentasi pasar dengan profitabilitas ?
1.2.3 Apa kegunaan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran ?

1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1 Memahami hubungannya kepuasan konsumen dengan segmentasi pasar.
1.3.2 Memahami kaitannya segmentasi pasar dengan profitabilitas.
1.3.3 Menjelaskan kegunaan segmentasi pasar dalam penetapan strategi pemasaran.

1.4  Sistematika
KATA PENGANTAR
BAB 1 PENDAHULUAN
      1.1 Latar Belakang
      1.2 Rumusan Masalah
      1.3 Tujuan Penulisan
      1.4 Sistematika
BAB 2 PEMBAHASAN
      2.1 Hubungan Kepuasan Konsumen dengan Segmentasi Pasar
      2.2 Kaitan Segmentasi Pasar dengan Profitabilitas
      2.3 Kegunaan Segmentasi Pasar dalam Penetapan Strategi Pemasaran
BAB 3 PENUTUP
      3.1 Kesimpulan 

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Hubungan Kepuasan Konsumen dengan Segmentasi Pasar
Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dengan harapannya.
Kepuasan konsumen terbagi menjadi 2 :
  1. Kepuasan Fungsional, merupakan kepuasan yang diperoleh dari fungsi atau pemakaian suatu produk. Misal : karena makan membuat perut kita menjadi kenyang.
  2. Kepuasan Psikologikal, merupakan kepuasan yang diperoleh dari atribut yang bersifat tidak berwujud. Misal : Perasaan bangga karena mendapat pelayanan.
Persyaratan supaya Segmentasi Efektif.
-          Terukur
-          Dapat dijangkau
-          Substansial
-          Dapat dibedakan
-          Dapat dilakukan tindakan tertentu.
Tingkatan Segmentasi Pasar
·         Pemasaran Massal, yaitu memproduksi secara massal mendistribusikan secara massal, dan mempromosikan secara massal produk yang hampir sama dengan cara yang hampir sama kepada semua konsumen.
·         Pemasaran Segmen, Memisahkan segmen-segmen yang membentuk suatu pasar dan mengadaptasi tawarannya supaya sesuai dengan kebutuhan satu atau lebih segmen tersebut.
·         Pemasaran Relung, Memfokuskan diri pada subsegmen atau relung pasar yang memiliki sejumlah cirri bawaan yang khas yang mungkin mencari kombinasi sejumlah manfaat yang khusus.
·         Pemasaran Mikro, Praktek perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan selera individu dan lokasi yang spesifik yang meliputi pemasaran lokal dan pemasaran individual.
-          Pemasaran Lokal, Perancangan merk dan promosi supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan keinginan kelompok-kelompok pelanggan local --- kota, pemukiman, bahkan took yang spesifik.
-          Pemasaran Individual, Perancangan produk dan program pemasaran supaya sesuai benar dengan kebutuhan dan preferrensi pelanggan secara individual. Juga dinamakan pemasaran satu per satu ( one to one marketing ), pemasaran yang disesuaikan dengan ( customized marketing )kebutuhan dan pemasaran pasar yang terdiri dari satu orang  ( market of one marketing ).

2.2 Kaitan Segmentasi Pasar dengan Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perseroan untuk menghasilkan suatu keuntungan dan menyokong pertumbuhan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Profitabilitas perseroan biasanya dilihat dari laporan laba rugi perseroan (income statement) yang menunjukkan laporan hasil kinerja perseroan.
  1. Tingkatkan Efisiensi Proses Produksi, Proses produksi yang efisien akan menghasilkan penghematan. Semakin berhemat, semakin rendah pula biaya produksi. Dengan semakin rendahnya biaya produksi, maka margin keuntungan juga samakin tinggi. Terapkan prinsip-prinsip “Total Quality Management” sistem produksi Anda untuk memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.
  2. Fokus Pada “Core Business” Terpenting Anda, Jika Anda melenceng pada hal-hal yang tidak penting, maka yang sedang Anda lakukan adalah pemborosan sumber daya yang sangat berharga, yaitu waktu Anda.
  3. Berdayakan Orang-orang yang Berdedikasi Melalui Kepemimpinan, Manusia adalah sumberdaya terpenting dalam organisasi Anda. Semakin tinggi tingkat penghargaan Anda pada aspek manusia, semaking tinggi pula tingkat kemampuan untuk menciptakan keberhasilan organisasi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan organisasi yang efektif, Anda akan mampu membawa organisasi Anda ke level yang lebih tinggi dan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi pula.
  4. Pertajam Kecerdasan Organisasi, Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi pula kemampuan organisasi Anda dalam menavigasikan diri ke arah masa depan yang lebih baik. Seberapa sering Anda memberikan pelatihan-pelatihan berkualitas bagi para karyawan untuk mempertajam kemampuan mereka dalam mengelola organisasi secara lebih profesional. Semakin cerdas organisasi, semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan Anda.
  5. Kompensasi Yang Sesuai, Manusia ingin dihargai. Jika Anda membayar lebih rendah dibandingkan kemampuan dan usaha yang sudah mereka berikan bagi organisasi Anda, mereka akan merasa dirugikan. Jika mereka merasa dirugikan, maka sebaiknya Anda jangan berharap mereka akan memberikan yang terbaik bagi organisasi Anda. Jika kita melihat negara-negara yang sistem ekonominya telah maju, kita melihat bahwa sistem kompensasi yang diterapkan merefleksikan kinerja.

2.3 Kegunaan Segmentasi Pasar dalam Penetapan Strategi Pemasaran
Menurut Solomon dan Elnora (2003:221), segmentasi adalah ”The process of dividing a larger market into smaller pieces based on one or more meaningful, shared characteristic”. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen. Selain itu perusahaan dapat melakukan program-program pemasaran yang terpisah untuk memenuhi kebutuhan khas masing-masing segmen.
Ada beberapa variabel segmentasi yaitu:
  1. Demografis: Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan variabel demografis sepert: Usia, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, ras, pendidikan, pekerjaan, geografis.
  2. Psikografis: Segmentasi ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, kepribadian, dan lain-lain. Informasi demografis sangat berguna, tetapi tidak selalu menyediakan informasi yang cukup untuk membagi konsumen ke dalam segmen-segmen, sehingga diperlukan segmen berdasarkan psychografis untuk lebih memahami karakteristik konsumen.
  3. Perilaku: Segmentasi ini dilakukan dengan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen berdasarkan bagaimana tingkah laku, perasaan, dan cara konsumen menggunakan barang/situasi pemakaian, dan loyalitas merek. Cara untuk membuat segmen ini yaitu dengan membagi pasar ke dalam pengguna dan non-pengguna produk.
Agar segmen pasar dapat bermanfaat maka harus memenuhi beberapa karakteristik :
  • Measurable : Ukuran, daya beli, dan profil segmen harus dapat diukur meskipun ada beberapa variabel yang sulit diukur.
  • Accessible : Segmen pasar harus dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
  • Substantial : Segmen pasar harus cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani
  • Differentiable : Segmen-segmen dapat dipisahkan secara konseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap elemen-elemen dan bauran pemasaran yang berbeda.
  • Actionable : Program yang efektif dapat dibuat untuk menarik dan melayani segmen-segmen yang bersangkutan.
Langkah dalam mengembangkan segmentasi yaitu:
  1. Mensegmen pasar menggunakan variabel-variabel permintaan, seperti kebutuhan konsumen, manfaat yang dicari, dan situasi pemakaian.
  2. Mendeskripsikan segmen pasar yang diidentifikasikan dengan menggunakan variabel-variabel yang dapat membantu perusahaan memahami cara melayani kebutuhan konsumen tersebut dan cara berkomunikasi dengan konsumen.

Rencana perubahan
Analisis konsumen dan kebijakan sosial
Analisis konsumen berguna untuk melihat bagaimana konsumen mengambil keputusan dan peran pemasaran di dalamnya.
Pengambilan Keputusan Konsumen
Proses pengambilan keputusan yang dilakukan seseorang mengalami berbagai pentahapan sebagai berikut:
·         Analisis Kebutuhan. Konsumen merasa bahwa dia membutuhkan sesuatu untuk memenuhi keinginannya. Kebutuhan itu bisa dibangkitkan oleh dirinya sendiri ataupun stimulus eksternal. Stimulus bisa melalui lingkungan bergaul, sesuatu yang dilihat, ataupun dari komunikasi produk atau jasa perusahaan lewat media massa, brosur, dan lain-lain.
·         Pencarian Informasi. Setelah kebutuhan itu dirasakan, konsumen kemudian mencari produk ataupun jasa yang bisa memenuhi kebutuhannya.
·         Evaluasi Alternatif. Konsumen kemudian mengadakan evaluasi terhadap berbagai alternatif yang tersedia mulai dari keuntungan dan manfaat yang dia peroleh dibandingkan biaya yang harus ia keluarkan.
·         Keputusan Pembelian. Konsumen memutuskan untuk membeli merek tertentu dengan harga tertentu, warna tertentu.
·         Sikap Paska Pembelian. Sikap paska pembelian menyangkut sikap konsumen setelah membeli produk ataupun mengkonsumsi suatu jasa. Apakah dia akan puas dan terpenuhi kebutuhannya dengan produk atau jasa tersebut atau tidak.

Perubahan struktur pasar konsumen
Struktur Pasar Konsumen - Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli:
Pasar Persaingan Sempurna: Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna :
  • Jumlah penjual dan pembeli banyak
  • Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain
  • Penjual bersifat pengambil harga (price taker)
  • Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply)
  • Posisi tawar konsumen kuat
  • Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata
  • Sensitif terhadap perubahan harga
  • Mudah untuk masuk dan keluar dari pasar
Pasar Monopolistik: Struktur pasar monopolistik terjadi manakala jumlah produsen atau penjual banyak dengan produk yang serupa/sejenis, namun di mana konsumen produk tersebut berbeda-beda antara produsen yang satu dengan yang lain. Contoh produknya adalah seperti makanan ringan (snack), nasi goreng, pulpen, buku, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar monopolistik :
  • Untuk unggul diperlukan keunggulan bersaing yang berbeda
  • Mirip dengan pasar persaingan sempurna
  • Brand yang menjadi ciri khas produk berbeda-beda
  • Produsen atau penjual hanya memiliki sedikit kekuatan merubah harga
  • Relatif mudah keluar masuk pasar
Pasar Oligopoli: Pasar oligopoli adalah suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri semen di Indonesia, industri mobil di Amerika Serikat, dan sebagainya. Sifat-sifat pasar oligopoli :
  • Harga produk yang dijual relatif sama
  • Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses
  • Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
  • Perubahan harga akan diikuti perusahaan lain
Pasar Monopoli: Pasar monopoli akan terjadi jika di dalam pasar konsumen hanya terdiri dari satu produsen atau penjual. Contohnya seperti microsoft windows, perusahaan listrik negara (pln), perusahaan kereta api (perumka), dan lain sebagainya. Sifat-sifat pasar monopoli :
  1. Hanya terdapat satu penjual atau produsen
  2. Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli

BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
      Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah. Ada beberapa penetapkan posisi dipasar guna mendapatkan keunggulan bersaing, yaitu : 
  1. Mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.
  2. Mengatur produk supaya dapat menempati posisi pada benak konsumen yang jelas, khas, dan diinginkan secara relatif terhadap produk pesaing. 
  3. Produk, merupakan cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan beberapa atribut penting  ( tempat yang diduduki produk dalam benak konsumen dibandingkan hubungan dengan produk-produk pesaing. 
  4. Keunggulan Bersaing, keunggulan terhadap pesaing yang diperoleh karena menawarkan kepada konsumen nilai yang lebih besar, baik melalui harga yang lebih murah atau dengan memberikan sejumlah manfaat yang lebih banyak yang dapat dijadikan alasan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/segmentasi-pasar-definisi-manfaat-dan.html
Sriyanto. SE MM, Segmentasi, Menetapkan Target, dan Menetapkan Posisi di Pasar Guna                                                Mendapatkan Keunggulan Bersaing. Manajemen Pemasaran (2012).         
Wendel Smith (1956), Konsumen pada dasarnya berbeda-beda, Journal of Marketing.

Selasa, 01 Oktober 2013

Perilaku Konsumen #



KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
          Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuni-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyusun karya ilmiah ini.
      Makalah ini berjudul perilaku konsumen. Dimana para pemasar/produsen harus mengetahui perilaku konsumen dalam memasarkan produknya agar tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar tersebut dan konsumennya.
            Penulis mengucapkan terimakasih kepada Ayu Andriane selaku dosen mata kuliah perilaku konsumen yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Dan juga teman-teman yang sudah membantu penulis dalam meminjamkan buku bacaan, memotivasi penulis, menuangkan ide-idenya secara lisan maupun tulisan kepada penulis. Dan tidak lupa penulis ucapkan terimakasih kepada kedua orang tua yang telah banyak membantu dalam hal materil maupun doa, karena mereka penulis dapat menyelesaikan makalah ini. 
            Penulis menyadari makalah ini masih belum dapat disebut sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat berbesar hati untuk menerima segala saran dan kritik dari pembaca sebagai dorongan demi perbaikan makalah ini.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Jakarta, 01 Oktober 2013
Hendro Budiyono







BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau mendapatkan barang atau jasa untuk konsumsi pribadi dan tidak untuk diperdagangkan. Sedangkan perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Produsen/pemasar harus bisa memahami apa yang dibutuhkan konsumen, apa seleranya dan bagaimana ia mengambil keputusan.
Pemahaman mengenai perilaku konsumen sangatlah penting dalam pemasaran. Menurut James F. Engel, et al (1994), perilaku konsumen adalah suatu tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa. Pemahaman yang mendalam mengenai konsumen akan memungkinkan pemasar dapat mempengaruhi keputusan konsumen sehingga mau membeli apa yang ditawarkan oleh pemasar. Apalagi di saat ini persaingan yang ketat antar merek dan produk menjadikan konsumen memiliki posisi yang semakin kuat dalam posisi tawar-menawar (sumarwan, 2003).
Terdapat dua elemen penting dari perilaku konsumen, yaitu: proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik yang melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa ekonomis (Swastha, 1990). Menurut Asosiasi pemasaran amerika, perilaku konsumen dapat diartikan sebagai interaksi dinamis antara afeksi ( merujuk pada perasaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian ) dan kognisi ( mengacu pada pemikiran konsumen ), perilaku dan lingkungan yang mana manusia melakukan pertukaran di berbagai aspek dalam kehidupan mereka.
Pemasaran yang berhasil mengharuskan bahwa perusahaan sepenuhnya terhubung dengan pelanggan mereka. Mampu mengadopsi pemasaran holistik berarti memahami konsumen mendapatkan pandangan/pemahaman 360, baik kehidupan sehari-hari mereka maupun perubahan yang terjadi selama masa hidup mereka. Dengan mendapatkan pemahaman menyeluruh dan mendalam, akan membantu memastikan bahwa produk yang tepat dipasarkan pada konsumen yang tepat dengan cara yang tepat.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1 Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen?
1.2.2 Apa saja yang mendasari proses pengambilan keputusan pembelian seorang konsumen?
1.2.3 Apa saja pendekatan yang dilakukan dalam meneliti perilaku konsumen?
1.2.4 Apa yang dimaksud teori perilaku konsumen?

1.3  Tujuan Penelitian
1.3.1 Mengetahui fakor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
1.3.2 Mengetahui proses pengambilan keputusan pembelian
1.3.3 Mengetahui pendekatan yang dilakukan dalam meneliti perilaku konsumen
1.3.4 Mengetahui tentang teori perilaku konsumen

1.4  Sistematika
KATA PENGANTAR
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Rumusan Masalah
1.3  Tujuan Penelitian
1.4  Sistematika
 BAB 2 PEMBAHASAN
      2.1 Fakor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
      2.2 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian
      2.3 Pendekatan yang dilakukan dalam Meneliti Perilaku Konsumen
      2.4 Teori Perilaku Konsumen
 BAB 3 PENUTUP
      3.1 KESIMPULAN
      3.2 SARAN
 DAFTAR PUSTAKA


BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Fakor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Terdapat empat faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian seorang konsumen, yaitu :
  1. Faktor-faktor Budaya
a.        Budaya : Serangkaian nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan instansi penting lain.
b.        Sub-budaya : kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa.
c.        Kelas Sosial : Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.
  1. Faktor-faktor Sosial.
a.        Kelompok : Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama.
b.        Keluarga.
c.        Peran dan Status : Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya, Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat.
  1. Faktor-faktor Pribadi
a.        Umur dan Tata Siklus Hidup,
b.        Pekerjaan.
c.        Situasi Ekonomi.
d.       Gaya Hidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan opinion ( AIO ) orang tersebut.
e.        Kepribadian dan Konsep Diri : Kepribadian, sikologis yang membedakan seseorang yang menghasilkan tanggapan secara konsisten dan terus-menerus terhadap lingkungan. Konsep Diri, adalah kepemilikan seseorang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka.

  1. Faktor-faktor Psikologis
a.        Motivasi : kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut.
b.        Persepsi : Proses menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti tentang dunia.
c.        Pembelajaran : perubahan perilaku seseorang karena pengalaman.
d.       Keyakinan dan Sikap : ( keyakinan = pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu. Sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu obyek atau ide ).
2.2 Proses Pengambilan Keputusan Pembelian
1.      Pengenalan Masalah, tahap dimana konsumen mengenali permasalahan atau kebutuhan yang dihadapinya.
2.      Pencarian Informasi, tahap dimana konsumen tergerak untuk mencari informasi tambahan, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian atau mungkin pula mencari informasi secara aktif.
3.      Pengevaluasi Alternatif, tahap dimana konsumen mengunakan informasi untuk mengevaluasi berbagai merek alternatif di dalam serangkaian pilihan.
4.      Keputusan Pembelian, tahap dimana konsumen secara actual melakukan pembelian produk.
5.      Perilaku Setelah Pembelian, tahap dinama konsumen melakukan tindakan lebih lanjut setelah pembelian berdasarkan pada keputusan atau ketidakpuasan mereka.
           
2.3 Pendekatan yang dilakukan dalam Meneliti Perilaku Konsumen
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.
1.      Pendekatan Interpretif, pendekatan ini mengali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
2.      Pendekatan Tradisional, pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Dengan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan social terhadap perilaku konsumen.
3.      Pendekatan Sains, yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pedekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan ini sama-sama memiliki nilai dan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda.
2.4 Teori Perilaku Konsumen
Teori perilaku konsumen merupakan salah satu pembahasan penting dalam manajemen pemasaran dan juga sangat penting dalam bisnis karena dalam mencapai tujuan pemasaran, sangatlah bergantung pada pengetahuan, pelayanan, dan pengaruh pada konsumen. Dengan mengetahui teori ini, kita bisa lebih mudah dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat untuk mencapai target pemasaran. Ada beberapa penjelasan tetang teori perilaku konsumen, yaitu :
1.      Perilaku konsumen adalah dinamis, ini karena pemikiran, perasaan, dan tidakan dari setiap individu konsumen, kelompok sasaran konsumen, dan masyarakat secara keseluruhan adalah selalu berubah.
2.      Perilaku konsumen melibatkan interaksi, hal ini melibatkan interaksi antara pemikiran orang-orang, perasaan, tindakan, dan lingkungan.
3.      Perilaku konsumen melibatkan pertukaran, ini terjadi pada sesame manusia. Misalnya, seseorang menyerahkan suatu nilai kepada orang lain dan menerima sesuatu sebaliknya.

BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah ( low involvement ) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah sedangkan untuk barang berharga jual tinggi ( high involvement ) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya atau tidak. Jika produk tersebut sesuai harapannya, konsumen akan merasa puas dan akan meningkatkan permintaan terhadap merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya jika produk tersebut tidak sesuai harapannya, konsumen akan merasa tidak puas dan hal ini akan menurunkan permintaan terhadap merek produk tersebut pada masa depan.
3.2 Saran
Produsen/pemasar harus dapat memahami apa yang dibutuhkan konsumennya, apa seleranya dan bagaimana ia mengambil keputusan dalam pembelian. Misalnya menentukan kapan saat yang tepat memberikan diskon dan perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif. Dan juga dapat memberikan gambaran kepada pemasar dalam pembuatan produk, penyesuaian harga produk, mutu produk, kemasan dan sebagainya agar dalam penjualan produknya tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar tersebut dan konsumennya.


DAFTAR PUSTAKA
ardipriyanasanjaya.blogspot.com//Jurnal-Perilaku-Konsumen-dan-Review-Jurnal-1.html
J. Paul Peter & Jerry C. Olson, “ Consumer Behavior & Marketing Strategy”.